Melalui jaringan backlink yang kami miliki merupakan penyedia jasa backlink menerima berbagai backlink Indonesia dengan layanan jasa backlink murah yang kami kelola secara manual dan profesional. Kami menawarkan jasa backlink terbaik. Bagaimana cara membeli backlink dari kami?. Silahkan 👉 Hubungi Kami! harga sangat terjangkau!

Content Placement

Berikut adalah daftar 50 situs Jaringan Backlink kami!
01. Backlink Indonesia 26. Iklan Maluku Utara
02. Backlink Termurah 27. Iklan Nusa Tenggara Barat
03. Cara Membeli Backlink 28. Iklan Nusa Tenggara Timur
04. Iklan Aceh 29. Iklan Online Indonesia
05. Iklan Bali 30. Iklan Papua
06. Iklan Bangka Belitung 31. Iklan Papua Barat
07. Iklan Banten 32. Iklan Riau
08. Iklan Bengkulu 33. Iklan Semesta
09. Iklan Dunia 34. Iklan Sulawesi Barat
10. Iklan Gorontalo 35. Iklan Sulawesi Selatan
11. Iklan Internet 36. Iklan Sulawesi Tengah
12. Iklan Jakarta 37. Iklan Sulawesi Tenggara
13. Iklan Jambi 38. Iklan Sulawesi Utara
14. Iklan Jawa Barat 39. Iklan Sumatra Barat
15. Iklan Jawa Tengah 40. Iklan Sumatra Selatan
16. Iklan Jawa Timur 41. Iklan Sumatra Utara
17. Iklan Kalimantan Barat 42. Iklan Terbaru
18. Iklan Kalimantan Selatan 43. Iklan Yogyakarta
19. Iklan Kalimantan Tengah 44. Jaringan Backlink
20. Iklan Kalimantan Timur 45. Jasa Backlink
21. Iklan Kalimantan Utara 46. Jasa Backlink Murah
22. Iklan Kepulauan Riau 47. Jasa Backlink Terbaik
23. Iklan Lampung 48. Jasa Backlink Termurah
24. Iklan Link 49. Media Backlink
25. Iklan Maluku 50. Raja Backlink

Kami jaringan backlink sebagai media backlink bisa juga menerima content placement yakni jasa backlink termurah kami di dalam artikel. Pesan segera jasa backlink termurah ini. Karena kami adalah raja backlink yang sebenarnya!

Peluang Agen Iklan Online
Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan

Selamat Hari Duka Idul Fitri 1440 H

Info informasi Selamat Hari Duka Idul Fitri 1440 H atau artikel tentang Selamat Hari Duka Idul Fitri 1440 H ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID]  Idul fitri tahun ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Makna �raya� yang berarti kesyukuran, kegembiraan, kelegaan, kebahagiaan karena telah mampu melalui bulan-bulan penuh ujian dan memetik kemenangan, akan berubah menjadi hari �duka�.

Duka karena massifnya penzaliman, kecurangan, represifme, kematian, penangkapan dan pemenjaraan, bahkan hingga duka atas potensi disintegrasi.

Idul fitri kali ini secara simbolis memang merupakan penanda telah melampaui 1 (satu) bulan penuh puasa Ramadhan. Harapannya, Idul fitri menjadi penonggak awal pribadi yang fitrah, kembali suci tanpa dosa, karena seluruh dosa telah �dibakar� dalam puasa Ramadhan. Idul fitri, yang menjadi penanda diraihnya derajat �taqwa� sebagai hasil akhir dari ritual ibadah Ramadhan.

Idul Fitri tahun ini adalah hari duka. Kecurangan pemilu yang bersifat terstruktur, sistematis, massif dan brutal tidak mendapat tindakan apapun. Bahkan, yang menuntut ditegakkannya hukum dan keadilan, justru mendapat berbagai tudingan dan ancaman.

Idul Fitri tahun ini adalah hari duka. Karena keluarga anggota KPPS tahun ini telah kehilangan anggota keluarga mereka. 600 orang berpulang tanpa kejelasan sebab kematian. Ini jelas, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga.

Idul Fitri tahun ini adalah hari duka. Duka sebab orang yang menuntut keadilan, berjuang menuntut proses hukum atas kecurangan pemilu 2019 justru dihadiahi peluru tajam. Mereka di Tembaki laksana musuh di medan perang. Mereka terluka dan tewas, tanpa ada pihak yang bertanggung jawab.

Idul Fitri tahun ini adalah hari duka. Karena orang orang yang kritis, tokoh yang menyuarakan aspirasi rakyat justru ditangkapi. Dituduh makar, dituduh hoax, dan dipenjara. Tentu, ini adalah hari kesedihan saat Idul fitri bagi kekuarga mereka.

Idul Fitri tahun ini adalah hari duka. Karena semua ikhtiar untuk mencari keadilan berhadapan dengan tembok tembok kekuasaan. Mereka dipaksa menerima penindasan dan kezaliman, sebagai takdir yang tidak perlu dipersoalkan.

Idul Fitri tahun ini adalah hari duka. Ditengah kezaliman yang memuncak, muncul wacana referendum Aceh. Boleh Jadi, akan menyusul Papua, Kalimantan, Sulawesi, dan wilayah NKRI lainnya. Jelas, jika ini terjadi penyebab perpecahan justru pemilu curang yang selama ini dikabarkan sebagai pemilu damai dan membanggakan.

Yang lebih membuat Idul Fitri tahun ini adalah hari duka, bukan hari raya, karena rezim ini berpesta pora atas kemenangan diatas bangkai dan penderitaan umat. Mereka tidak peduli atas kecurangan, atas nyawa 600 KPPS yang melayang, atas nyawa demonstran yang menjadi tumbal. Mereka, justru sibuk berdiskusi jatah kursi dan jatah menteri.

Sementara itu, kedukaan umat ini semakin pekat, melihat rezim justru memfasilitasi sejumlah penjajahan asing. Projek OBOR China dijadikan sarana melegalisasi penjajahan.

Jadi saat Anda mudik, saat Anda bertemu keluarga dan handai taulan, saat Anda menyambung silaturahmi, kabarkanlah kedukaan ini. Kabarkanlah, bahwa Idul fitri tahun ini adalah hari duka bagi umat.

Mohonkan doa, bagi banyak aktivis dan pejuang yang meringkuk di penjara oleh pembungkaman rezim. Bimbinglah keluarga untuk tetap sabar, kuatkanlah, dan buatlah mereka bangga memiliki keluarga pejuang.

Wahai rezim, apa hebatnya singgasana yang dibangun diatas tulang belulang, darah dan air mata penderitaan umat ? Wahai yang mengaku ulama, apa jawaban Anda kelak di akherat, ketika kekuasaan ini menggiring Anda untuk diam dan melegitimasi kezaliman ?

Selamat Hari Duka Idul Fitri 1440 H.

Penulis: Nasrudin Joha


Demikian artikel tentang Selamat Hari Duka Idul Fitri 1440 H ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Selamat Hari Duka Idul Fitri 1440 H ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Kerap Dicap RADIKAL RADIKUL, Anak LDK UI Juara MTQ Dunia Syamsuri Firdaus Diundang Jokowi di Istana

Info informasi Kerap Dicap RADIKAL RADIKUL, Anak LDK UI Juara MTQ Dunia Syamsuri Firdaus Diundang Jokowi di Istana atau artikel tentang Kerap Dicap RADIKAL RADIKUL, Anak LDK UI Juara MTQ Dunia Syamsuri Firdaus Diundang Jokowi di Istana ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID] Nama Syamsuri Firdaus, akhir-akhir ini menjadi buah bibir perbincangan hangat di semua kalangan karena mengharumkan nama Bangsa Indonesia berkat keberhasilannya menjadi juara 1 MTQ tingkat Internasional ke 7 yang diselenggarakan di Istanbul Turki.

Dalam kompetisi tersebut, Syamsuri berhasil mengalahkan para peserta dari 68 negara.

Atas prestasinya ini, pemuda kelahiran Bima 11 April 1999 asal Desa Rada, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima itu juga bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Selain itu, Syamsuri juga di undang ke Istana Negara oleh Presiden RI Joko Widodo, Selasa (28/5/2019).

Nah disinilah pihak Istana mendapat sentilan satire pedas dari anak UI.

Apa pasal? Karena Syamsuri Firdaus adalah mahasiswa UI, aktivis LDK (Lembaga Dakwah Kampus), yang dicap terpapar Radikalisme oleh lembaga pemerintah BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme).

"Pak (Jokowi), Syamsuri itu mahasiswa UI, klo kata BNPT salah satu kampus yg terpapar radikalisme. Beliau juga anak lembaga dakwah kampus (LDK) di UI, yg katanya pendataan maba oleh LDK di UI diboncengi paham radikal. Beliau jg imam masjid UI, yg katanya juga sering ngadain kajian radikal," tulis @tsaqibb di akun twitter mengomentari postingan Jokowi saat mengundang Syamsuri di Istana.

Anak LDK/rohis kerap dicap radikalis bibit teroris...

Ternyata mereka yang mengharumkan nama Indonesia di kaancah internasional.

Dan kini dibanggakan Presiden RI.



Demikian artikel tentang Kerap Dicap RADIKAL RADIKUL, Anak LDK UI Juara MTQ Dunia Syamsuri Firdaus Diundang Jokowi di Istana ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Kerap Dicap RADIKAL RADIKUL, Anak LDK UI Juara MTQ Dunia Syamsuri Firdaus Diundang Jokowi di Istana ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Anggota Tim Observer PBB Layangkan Surat ke Dewan HAM PBB Untuk Investigasi Kerusuhan Aksi 22 Mei

Info informasi Anggota Tim Observer PBB Layangkan Surat ke Dewan HAM PBB Untuk Investigasi Kerusuhan Aksi 22 Mei atau artikel tentang Anggota Tim Observer PBB Layangkan Surat ke Dewan HAM PBB Untuk Investigasi Kerusuhan Aksi 22 Mei ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID]  Mantan tim ahli hukum dan hak asasi manusia (HAM) kasus Timor Timur Nicholay Aprilindo mendesak agar Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa  (HAM PBB) menurunkan para observer-nya mengungkap kerusuhan 21 dan 22 Mei di Jakarta. Nicholay mengatakan, dugaan praktik kekerasan yang dilakukan oleh aparat negara dalam kerusuhan tersebut, membutuhkan tim penyelidikan yang lebih independen.

�Saya secara pribadi sudah mengirimkan surat ke Dewan HAM Internasional agar menurunkan timnya,� ujar Nicholay di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Nicholay sampai hari ini masih tercatat sebagai salah satu tim observer PBB yang ada di Indonesia. Ia pernah turun lapangan menyibak kejahatan kemanusian dan pelanggaran HAM yang terjadi di saat di Timor Timur pada 1999 silam.

Menurut Nicholay, apa yang terjadi pada 21, dan 22 Mei di Jakarta, terang adanya praktik kejahatan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Yaitu berupa penyiksaan dan pemukulan terhadap para pelaku kerusuhan. Menurut dia, meskipun para perusuh melanggar pidana, praktik main hakim sendiri oleh aparat negara adalah tindakan kesewenang-wenangan, dan pelanggaran HAM.

�Adanya pengakuan pelanggaran SOP (standar operasional prosedur) oleh Mabes Polri, itu menguatkan adanya indikasi pidana yang dilakukan oleh aparat,� kata dia.

Menurut dia, indikasi pidana tersebut dapat berujung pelanggaran HAM jika aksi penyiksaan dan pemukulan keji aparat terhadap para perusuh dilakukan dengan instruksi atasan. �Kalau itu (aksi penyiksaan dan pemukulan) dilakukan atas instruksi dari atasan itu pelanggaran HAM. Tetapi nggak mungkin itu dilakukan tanpa instruksi,� ujar dia.

Karena itu, Nicholay mengatakan, perlu adanya pengungkapan fakta oleh tim yang lebih independen dalam peristiwa kerusuhan tersebut. Ia mengusulkan adanya keterlibatan PBB.

Nicholay pun ragu, Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Mabes Polri dalam pengungkapan kerusuhan 21, dan 22 Mei. Menurut dia, TPF tersebut tak efektif, dan hasilnya bakal bias.

�Bagaimana kalau saya yang dituduh melakukan kejahatan, tetapi saya sendiri yang menyelidiki kejahatan itu? Ya kan tidak seperti itu. Harus ada tim yang lebih independen. Dan itu kita usulkan ke PBB,� ujar dia.

Kerusuhan 21, dan 22 Mei di Jakarta menewaskan sedikitnya delapan warga sipil. Empat di antaranya tewas diterjang peluru. Dua dari yang meninggal dunia, berusia 15 dan 16 tahun.

Lebih dari 800 orang luka-luka akibat kerusuhan tersebut. Sebanyak 87 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Kerusuhan 21, dan 22 Mei di Jakarta berawal dari aksi damai penolakan hasil Pilpres 2019, yang berakhir dengan kerusuhan antara sipil dan satuan elite kepolisian Brimob Nusantara.

Mabes Polri telah membentuk tim pencari fakta untuk menginvestigasi korban kerusuhan aksi 22 Mei 2019. Tim tersebut dipimpin langsung Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum).

�Tekait masalah korban. Wakapolri sudah susun tim pencari fakta, langsung dibawah pimpinan bapak Irwasum,� kata Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Kemenkopolhukam, Jakarta, Sabtu (25/5).

Dia mengatakan tim pencari fakta akan mulai bekerja pada Senin (27/5) mendatang. Tim itu memulai rapat, dan melakukan berbagai tindak lanjut dari rekomendasi hasil rapat. Dia memastikan tim tersebut melakukan investigasi secara komprehensif.

Kemudian, hasil investigasi tim itu akan disampaikan pada pimpinan dan masyarakat luas. �(Masyarakat) tunggu dulu. Mereka akan segera bekerja terkait kasus kerusuhan tangal 21-22 Mei,� ujar Dedi. [Republika]


Demikian artikel tentang Anggota Tim Observer PBB Layangkan Surat ke Dewan HAM PBB Untuk Investigasi Kerusuhan Aksi 22 Mei ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Anggota Tim Observer PBB Layangkan Surat ke Dewan HAM PBB Untuk Investigasi Kerusuhan Aksi 22 Mei ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

ASTAGHFIRULLAH... Rommy Terima Suap Rp 325 Juta, Pengacara: Itu Tradisi Pesantren

Info informasi ASTAGHFIRULLAH... Rommy Terima Suap Rp 325 Juta, Pengacara: Itu Tradisi Pesantren atau artikel tentang ASTAGHFIRULLAH... Rommy Terima Suap Rp 325 Juta, Pengacara: Itu Tradisi Pesantren ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID] Bekas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur Haris Hasanuddin dalam sidang dakwannya disebut telah memberikan uang suap kepada eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy. Total uang haram itu mencapai Rp 325 juta.

�Terdakwa (Haris) melakukan beberapa perbuatan, meskipun masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran,� ujar Jaksa KPK Wawan Yunarwanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Jaksa KPK Wawan menjelaskan, dalam dakwaan yang dibacakannya disebutkan Rommy mendapatkan uang dari Haris karena melakukan intervensi jabatan ke Kementerian Agama. Yakni intervensi supaya Haris diangkat sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Padahal, pada kenyataanya Haris tidak bisa diangkat karena masih mendapatan sanksi disiplin dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di tahun 2016 silam.

�Salah satu persyaratan untuk menduduki jabatan tersebut adalah tidak pernah dijatuhi sanksi hukuman disiplin PNS tingkat sedang atau berat dalam 5 tahun terakhir,� katanya.

Jaksa KPK Haris mengatakan, peran Rommy adalah melakukan intervensi terhadap Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk bisa mengangkat Haris menjadi Kepala Kanwil Kemenag di Jawa Timur.

�Rommy sebagai Ketua Umum PPP dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin adalah kader PPP yang mempunyai kedekatan khusus dengan Rommy,� ungkapnya.

Wawan menjelaskan, ?imbalan uang diberikan Haris terhadap Rommy totalnya sebesar Rp 325 juta. Pemberian uang itu dilakukan Haris selama dua kali.

Tradisi Pesantren

Sementara itu, Samsul Huda Yudha selaku kuasa hukum Haris Hasanuddin membantah kliennya telah melakukan suap. Karena yang dilakukan kliennya adalah tradisi pesantren.

Menurut Samsul dalam pesantren biasa disebut �Bisyaroh�. Atau bisa disebut uang terima kasih. Sehingga itu adalah hal yang wajar dalam dunia pesantren.

�Tidak pernah Pak Menteri, ataupun Pak Rommy meminta sesuatu, tidak pernah. Yang ada itu bentuk tradisi lama yang diambil bahasa arab namanya �Bisyaroh� yang artinya itu menggembirakan,� ujar Samsul di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (23/5).

Menurut Samsul, �Bisyaroh� bisa dikatakan adalah tanda terima kasih. Sehingga hal itu tidak bisa dikaitkan dengan pemberian uang suap. Apalagi dana tersebut dari urunan Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur. Bukan berasal dari kantong pribadinya.

�Bukan dari uang Pak Haris, melainkan dari seluruh kepala kantor, urunan untuk hormati Pak Menag yang datang,� katanya.

Sehingga Samsul menjelaskan, �Bisyaroh� adalah bagian dari tradisi dalam ruang lingkup pesantren. Sehingga hal ini jangan dikaitkan dengan pemberian suap.

�Ini sudah berlangsung lama, kebiasaan atau tradisi, atau bisyaroh kepada pimpinan yang hadir,� katanya.

Terpisah, ?Jaksa dari KPK, Wawan Yunarwanto mengatakan apa yang dilakukan oleh Haris dengan memberikan uang kepada Rommy dan juga Menteri Agama Lukman Hakim adalah ilegal. Karena dalam hukum di Indonesia tidak dikenal dengann �Bisyaroh�.

�Bisyaroh itu kan istilah bantuan, atau ucapan terima kasih. Tapi kan kita tidak bisa melepaskan antara Bisyaroh itu dengan jabatan Menteri Agama, apalagi momennya adalah ketika terdakwa akan maju sebagai Kepala Kanwil,� kata Wawan.

Sehingga, Wawan menjelaskan Haris telah melakukan dugaan suap. Karena pejabat negara tidak boleh menerima uang. Walaupun itu adalah tradisi di lingkungan pesantren.

�Kalau ada menteri datang, itu ada semacam tarikan. Sebenarnya itu kan sifatnya tarikan itu ilegal, jadi kan itu enggak tahu sumber duitnya,� katanya.

Sekadar informasi, ?Haris didakwa memberikan suap kepada mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy. Mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur itu disebut memberikan uang total Rp 325 juta kepada Rommy.

Jaksa meyakini Haris melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. [JawaPos]



Demikian artikel tentang ASTAGHFIRULLAH... Rommy Terima Suap Rp 325 Juta, Pengacara: Itu Tradisi Pesantren ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang ASTAGHFIRULLAH... Rommy Terima Suap Rp 325 Juta, Pengacara: Itu Tradisi Pesantren ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Bukan Si Bibir, Kondisi Terkini Markus Sangat Mengenaskan, Pria Diduga Korban di Video Brimob Brutal

Info informasi Bukan Si Bibir, Kondisi Terkini Markus Sangat Mengenaskan, Pria Diduga Korban di Video Brimob Brutal atau artikel tentang Bukan Si Bibir, Kondisi Terkini Markus Sangat Mengenaskan, Pria Diduga Korban di Video Brimob Brutal ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID]  Via, telah menemukan keberadaan kekasihnya, Markus Ali, pria yang diduga dipukuli oleh aparat Brimob di sekitar Masjid Al Huda, Jalan Kampung Bali XXXIII, Tanah Abang, Jakarta Pusat atau di area Smart Services Parking. Via menemukan Markus berada di Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa lalu, 28 Mei 2019.

"Markus di ICU, tapi belum bisa ngobrol," kata Via kepada Tempo, Rabu, 29 Mei 2019.

Via mengaku belum diizinkan masuk ke ruangan dan berbincang dengan Markus oleh pihak berwenang. Seorang petugas kepolisian, kata Via, memintanya untuk bersabar dan menunggu beberapa hari lagi.

"Saya sudah enggak sanggup liat Markus di ICU, enggak sanggup nahan air mata," kata Via

Dari pantauan Via melalui kaca, Markus disebut dalam keadaan memprihatinkan. "Banyak selang saja. Rambutnya juga sudah dibotakin," kata dia.

Seorang saksi mata yang ditemui Tempo dan tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan aparat yang diduga Brimob menangkap empat orang di lahan parkir Smart Services Parking pada Kamis pagi, 23 Mei 2019. Lokasi itu berada di area Masjid Al Huda yang viral karena adanya video pemukulan. Salah satunya adalah Markus.

Tiga orang lainnya adalah Lubis, Jurianto dan Andre, yang versi polisi disebut sebagai Andri Bibir. Saksi itu mengatakan Andre, Markus dan Lubis merupakan orang yang sering tidur di area parkir. Namun dia tidak mengenal begitu dekat.

Sesekali, tiga orang itu memang membantu tugas parkir di Smart Services Parking. "Mereka sering nongkrong di sini, sering tidur di sini, kayak ya kawan tapi enggak usil," kata dia.

Saat penangkapan, dia melihat aparat memukuli kepala Jurianto dan Lubis hingga berdarah. Wajah dia sempat coba dihantam pentungan oleh aparat, namun berhasil mengelak dengan tangan. Saat wawancara, dia menunjukkan luka lebam di tangan kiri.

Markus dan Andre yang berjarak sekitar 200 meter dari posisinya juga di pukuli. Dia membenarkan lokasi pemukulan keduanya persis seperti di video yang viral. Dia juga melihat Markus diseret dari area Masjid Al Huda hingga ke lokasinya yang berada di palang pintu masuk lahan parkir. "Kepalanya kepentok di situ (tiang di pintu masuk lahan parkir)," kata dia.

Di lokasi itu, Tempo mendapati bercak merah yang masih membekas di tiang. Bercak merah tersebut diduga merupakan darah yang keluar dari kepala Markus. Saksi itu menyakini bahwa yang dipukuli dalam video merupakan Markus, bukan Andre.

Polisi belakangan menunjukkan kalau pemuda yang terekam dalam video viral Brimob brutal itu adalah Andri Bibir, 31 tahun. Dia disangka memberikan batu-batu kepada massa perusuh pada Kamis dinihari, 23 Mei lalu, juga membantu memberikan air untuk menghindari serangan gas air mata aparat. [Tempo]

***

Kalau ternyata benar pria dalam video itu adalah Markus, lantas bagaimana dengan polri yang menyebut si Bibir? Apakah akan juga jadi tersangka penyebar Hoax seperti Mustofa Nahra yang sudah jadi tersangka dan ditahan karena menyebut Harun???

[video]


Demikian artikel tentang Bukan Si Bibir, Kondisi Terkini Markus Sangat Mengenaskan, Pria Diduga Korban di Video Brimob Brutal ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Bukan Si Bibir, Kondisi Terkini Markus Sangat Mengenaskan, Pria Diduga Korban di Video Brimob Brutal ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

JEDER! Dakwaan KPK: Lukman Hakim Terima Rp 70 Juta Terkait Jual Beli Jabatan

Info informasi JEDER! Dakwaan KPK: Lukman Hakim Terima Rp 70 Juta Terkait Jual Beli Jabatan atau artikel tentang JEDER! Dakwaan KPK: Lukman Hakim Terima Rp 70 Juta Terkait Jual Beli Jabatan ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID] Nama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin masuk dalam surat dakwaan kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama. Lukman disebut turut bersama-sama menerima suap terkait jual beli jabatan bersama dengan eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy.

Romy disebut menerima suap sebesar Rp 255 juta. Uang berasal dari Haris Hasanudin selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Sementara, Lukman turut menerima uang sebesar Rp70 juta yang diberikan secara bertahap masing-masing Rp50 juta dan Rp20 juta.

Hal tersebut termuat dalam surat dakwaan Haris yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Pemberian itu dilakukan Haris agar Romy dan Lukman membantu meloloskan dirinya dalam seleksi jabatan di Kementerian Agama. Haris sedang mengikuti seleksi sebagai Kakanwil Kemenag Jatim. Namun, ia terkendala syarat administrasi lantaran pernah mendapat sanksi dari Kemenag.

Setelah beberapa lobi dan pertemuan yang dilakukan Haris, Romy dan Lukman setuju membantunya. Haris pun kemudian memberikan sejumlah uang terkait hal tersebut.

Terkait uang Rp 70 juta untuk Lukman, disebutkan ada dua kali pemberian. Pertama, uang sebesar Rp 50 juta yang diberikan pada tanggal 1 Maret 2019 di Hotel Mercure, Surabaya.

Ketika itu, Haris dan Lukman bertemu untuk membahas proses seleksi Kakanwil Kemenag Jatim. Lukman pun setuju membantu Haris.

"Oleh karena itu, terdakwa memberikan uang kepada Lukman Hakim Saifuddin sejumlah Rp 50 juta," ujar jaksa.

Haris pada akhirnya lolos seleksi dan bahkan terpilih sebagai Kakanwil Kemenag Jatim. Ia dilantik oleh Lukman pada 4 Maret 2019.

Tanggal 9 Maret 2019 atau lima hari setelahnya, Haris kembali menyerahkan uang. Kali ini sebesar Rp 20 juta.

Uang diserahkan di Tebu Ireng, Jombang. Kala itu, uang diberikan Haris kepada Lukman melalui seseorang bernama Herry Purwanto. "Sebagai bagian dari komitmen yang sudah disiapkan oleh terdakwa untuk pengurusan jabatan selaku Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur," ungkap jaksa.

Sumber: kumparan



Demikian artikel tentang JEDER! Dakwaan KPK: Lukman Hakim Terima Rp 70 Juta Terkait Jual Beli Jabatan ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang JEDER! Dakwaan KPK: Lukman Hakim Terima Rp 70 Juta Terkait Jual Beli Jabatan ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Menhan Tak Yakin Ada Kelompok yang Benar-benar Ingin Bunuh Wiranto Cs

Info informasi Menhan Tak Yakin Ada Kelompok yang Benar-benar Ingin Bunuh Wiranto Cs atau artikel tentang Menhan Tak Yakin Ada Kelompok yang Benar-benar Ingin Bunuh Wiranto Cs ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID] Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tidak yakin ada kelompok yang benar-benar ingin membunuh pejabat negara.

�Saya rasa enggak begitulah. Masak sesama anak bangsa begitu? Mungkin hanya ngomong saja itu,� ujar Ryamizard saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (29/5/2019), seperti dilansir Kompas.

Menurut dia, narasi membunuh pejabat negara itu hanya manuver politik. Sebab, dalam politik, salah satu kekuatan yang paling berdampak adalah pernyataan.

�Misalnya kan kita ngomong, nanti gua gebukin lu. Kan belum tentu gebukin. Ya kita tahulah yang namanya politik kan memang begitu,� lanjut Ryamizard.

Ia pun berharap masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu tersebut. Apalagi saat ini umat Muslim sedang menjalankan ibadah puasa.

�Di bulan puasa ini kita harusnya mencari berkah, mencari sebanyak-banyaknya pahala. Jangan sampai berbuat, malah pahala kita menjadi hilang,� ujar Ryamizard.

Ia sekaligus berharap agar panasnya politik dalam negeri segera berakhir dengan memanfaatkan momentum bulan Ramadan.

Diketahui, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkap empat pejabat negara yang menjadi sasaran dalam rencana pembunuhan tersangka yang ditangkap kepolisian, baru-baru ini.

Keempat nama itu, yakni Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan dan Staf Khusus Presiden bidang Intelijen Gorries Mere.

Ia memastikan, informasi itu bukan berasal dari informasi intelijen, melainkan hasil dari penggalian keterangan 6 orang tersangka yang diamankan kepolisian. [kompas]



Demikian artikel tentang Menhan Tak Yakin Ada Kelompok yang Benar-benar Ingin Bunuh Wiranto Cs ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Menhan Tak Yakin Ada Kelompok yang Benar-benar Ingin Bunuh Wiranto Cs ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Prabowo Dilaporkan ke Polisi, Dituduh Dalang Kerusuhan 22 Mei

Info informasi Prabowo Dilaporkan ke Polisi, Dituduh Dalang Kerusuhan 22 Mei atau artikel tentang Prabowo Dilaporkan ke Polisi, Dituduh Dalang Kerusuhan 22 Mei ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID] Sejumlah orang yang menamakan diri sebagai Aktivis 98 melaporkan Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh lainnya ke Bareskrim Mabes Polri, hari ini, Rabu 29 Mei 2019.

Prabowo dan nama-nama lain dilaporkan atas tuduhan sebagai dalang dan penyandang dana aksi kerusuhan 22 Mei.

Yang dilaporkan: Prabowo Subianto, Amien Rais, Bachtiar Nasir, Titiek Suharto, Haikal Hasan, Fadli Zon, Habib Rizieq Syihab, Neno Warisman.

Ternyata yang melaporkan adalah Benny Ramdhani yang merupakan Ketua DPP Hanura sekaligus TIM TKN 01.

[video]





Demikian artikel tentang Prabowo Dilaporkan ke Polisi, Dituduh Dalang Kerusuhan 22 Mei ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Prabowo Dilaporkan ke Polisi, Dituduh Dalang Kerusuhan 22 Mei ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

TKN Minta Prabowo Jelaskan Tujuan Pergi ke Luar Negeri, Ketar-ketir Ya?

Info informasi TKN Minta Prabowo Jelaskan Tujuan Pergi ke Luar Negeri, Ketar-ketir Ya? atau artikel tentang TKN Minta Prabowo Jelaskan Tujuan Pergi ke Luar Negeri, Ketar-ketir Ya? ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID]  Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani meminta Prabowo untuk menjelaskan tujuannya pergi ke luar negeri pada masyarakat.

"Misalnya di media sosial itu apa berharap lah berharap Pak Prabowo memberikan penjelasan juga apa tentang kepergian beliau ke luar negeri," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/5/2019), seperti dikutip merdeka.com.

"Tetapi tentu ini terpulang kepada Pak Prabowo yang jelas beliau warga negara bebas bisa bepergian kemanapun yang diinginkan," lanjutnya.

Sebelumnya, Capres nomor urut 02Prabowo Subianto terbang ke ke Dubai, Uni Emirate Arab. Diketahui, Prabowo berangkat Selasa kemarin menggunakan pesawat pribadi dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

"Pada 28 Mei 2019 pukul 06.16 WIB, di Bandara Halim PK Jakarta Timur Prabowo Subianto dan rombongan dalam rangka keberangkatan ke Dubai Uni Emirat Arab," kata Sam Fernando, Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham Sam Fernando, Selasa (28/5).



Demikian artikel tentang TKN Minta Prabowo Jelaskan Tujuan Pergi ke Luar Negeri, Ketar-ketir Ya? ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang TKN Minta Prabowo Jelaskan Tujuan Pergi ke Luar Negeri, Ketar-ketir Ya? ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Anies Ingin Dijadikan Tumbal

Info informasi Anies Ingin Dijadikan Tumbal atau artikel tentang Anies Ingin Dijadikan Tumbal ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID]  Gubernur DKI Anies Baswedan berada di Jepang menjadi pembicara dalam forum Internasional pada tanggal 21 Me 2019,  sesuai dengan jadwal yang telah ia setujui dalam undangan dari beberapa bulan sebelumnya.

Selesai acara Anies langsung kembali ke Jakarta.  Ia langsung bekerja berkordinasi dengan semua aparat pemrov terkait memastikan semua pelayanan publik tetap berjalan dengan normal.

Hari yang sama tanggal 22 Mei Anies menjenguk korban kerusuhan menentramkan keluarga mereka, memastikan negara hadir memberikan perhatian.

Anies menjemput hati keluarga yang ditinggal anaknya. Menentramkan dengan kesejukan seorang pemimpin.

Lalu mari kita tengok media sosial, mereka para pejuang modal jempol mencacinya dengan kasar membullynya sehabis habisnya. Seolah yang mati itu bukan anak bangsa, bukan rakyat Indonesia. Para korban itu sudah diadili dengan sekasar kasarnya, dilabeli sebagai perusuh sebagai musuh bangsa.
Mereka dengan sekejam-kejamnya tanpa empati menyalahkan sehabis-habisnya pada para korban.

Adakah  bukti mereka para korban itu perusuh? Harun Rasyid 15 tahun hanya anak yang sedang berada di sekitar  masjid, hanya apes berada di tengah situasi yang dia sendiri tak fahami. Harun meregang nyawa. Anak 15 tahun itu anak seorang ibu, anak seorang ayah.

Rayhan Fajari, anak yang belum lagi remaja, ia mendatangi keramaian sekedar ingin melihat apa yang terjadi. 

Farhan seorang ayah yang berdemo untuk mempertanyakan suaranya, kegiatannya itu dilindungi undang-undang dan dia bukan perusuh. Jenazah Farhan yang tertembus peluru  ditangisi putri kecilnya.

Mereka para kaum sumpah serapah tak peduli. Bagi mereka mencaci dan memaki adalah kenikmatan tanpa punya sedikitpun empati pada para korban.

Siapakah mereka? Kaum yang tak punya hati nurani, siapakah mereka kaum yang seolah tak terjamah oleh hukum yang bisa semaunya menistakan Seorang Gubernur dengan hinaan membabi buta,  pada siapa saja yang berbeda. Siapakah mereka yang seolah kebal hukum.

Gubernur yang hadir di tengah keluarga yang berduka, yang menentramkan jiwa banyak orang agar kekerasan tak semakin menjalar kemana- mana.

Anies ingin dijadikan tumbal dari semua kejadian, Anies ingin dijadikan mangsa oleh mereka agar kekejaman itu tertutupi dengan hingar bingar mereka dimedia sosial.

Sungguh kedunguan yang luar biasa, semakin dihinakan Anies semakin bersinar karena setiap orang yang berakal waras , berhati nurani faham sefahamnya, kehadiran Anies di tengah suasana duka adalah pesan penting bahwa negara masih memiliki pemimpin yang berhati nurani. Yang tak membedakan siapa saja, setiap korban adalah anak seorang ibu, anak seorang ayah dan warga negara Indonesia.

Bersalah atau tidak seseorang, perusuh atau  bukan, tidak ditentukan oleh sorak sorai media sosial melainkan dibruang pengadilan.

Anies menunjukkan kepemimpinan dengan belaian, bukan represi. Tidak seperti yang mereka kaum arogan inginkan,  yang selalu memandang anak bangsa yang berbeda dengan sebelah mata dan boleh diperlakukan bagaimana saja dengan kesombongan yang melebihi Firaun.

Penulis: Geisz Chalifah


Demikian artikel tentang Anies Ingin Dijadikan Tumbal ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Anies Ingin Dijadikan Tumbal ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Ini Agenda Prabowo ke Dubai, Bikin Deg-degan Kubu 01

Info informasi Ini Agenda Prabowo ke Dubai, Bikin Deg-degan Kubu 01 atau artikel tentang Ini Agenda Prabowo ke Dubai, Bikin Deg-degan Kubu 01 ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID]  Calon presiden Prabowo Subianto bertolak ke Dubai, Uni Emirate Arab bersama beberapa warga Rusia, Amerika Serikat, dan Jerman di pesawat yang ditumpanginya. Prabowo bertolak pada Selasa (28/5/2019) pagi.

Sontak berita ini menimbulkan banyak spekulasi dan dihubungkan dengan politik pergantian kekuasaan yang tengah panas di tanah air. Kubu pendukung 01 pun dibuat deg-degan. Mereka melontarkan beragam ekspresi di sosial media.

Lalu apa agenda 'resmi' Prabowo ke Dubai?

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria membenarkan Prabowo ke Dubai.

�Betul ke Dubai Selasa pagi. Ada urusan bertemu kolega bisnis dan cek up kesehatan,� kata Riza Patria di Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Riza mengatakan Prabowo pergi ke Dubai bersama koleganya dengan menggunakan jet pribadi. Menurut dia, Prabowo melakukan cek kesehatan bukan karena sedang sakit, melainkan cek rutin yang biasa dilakukan Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu.

�Periksa kesehatan rajin, bagus kok, kesehatan prima. Prabowo itu kan disiplin menjaga kesehatan, mantan tentara, hidupnya disiplin dan tertib,� ujarnya.

Riza mengatakan selama kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, Prabowo tidak punya waktu luang untuk bertemu kolega dan temannya.

Karena itu menurut dia sangat wajar setelah kampanye berakhir, Prabowo mengunjungi koleganya sekaligus cek kesehatan. Namun, Riza tidak bisa memastikan berapa lama Prabowo ke Dubai.

�Biasanya tidak lama, tapi kan itu Dubai. Kecuali kalau ke Bangkok, Thailand bisa 1-2 hari,� katanya.

Prabowo terbang ke Dubai, Uni Emirate Arab menggunakan Private Jet Ambraer 190/ Lineage 1000 noreg : 9HNYC.

Prabowo berangkat bersama sejumlah orang di antaranya, Tedy Arman, Yoriko Fransisko Karundeng, Gibrael Habel Karapang, dua orang warga Rusia Mikhail Davzdov dan Anzhelika Butaeva, satu orang warga Amerika bernama Justin, dan satu orang warga Jerman Mischa Gemermann. [IndonesiaInside]



Demikian artikel tentang Ini Agenda Prabowo ke Dubai, Bikin Deg-degan Kubu 01 ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Ini Agenda Prabowo ke Dubai, Bikin Deg-degan Kubu 01 ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Fenomena Hijrah Artis Malah Dituding Pintu Masuk ke Radikalisme Terorisme

Info informasi Fenomena Hijrah Artis Malah Dituding Pintu Masuk ke Radikalisme Terorisme atau artikel tentang Fenomena Hijrah Artis Malah Dituding Pintu Masuk ke Radikalisme Terorisme ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID] Pengamat gerakan radikalisme keagamaan menyebut fenomena hijrah di kalangan masyarakat maupun artis patut mendapat pendampingan. Sebab fenomena tersebut merupakan pintu masuk terorisme dengan cara jihad versi mereka.

"Betul, itu jalan masuk ke terorisme. Karena tadi ada iman, hijrah dan jihad. Jadi jika mereka tidak mendapatkan pendampingan yang baik di wilayah (saat) hijrah mereka akan sedikit masuk ke wilayah jihad versi mereka. Contohnya sudah banyak bahkan artis-artis saat ini," kata pengamat gerakan radikalisme Akhmad Muzzaki saat berbincang dengan detikcom, Selasa (28/5/2019).

Menurut Muzzaki, yang dimaksud dengan pendampingan dalam hal ini, yakni para ulama atau kiai akdemis harus turun mendampingi. Salah satunya dengan mengajak berkomunikasi dengan mereka yang sudah hijrah.

"Menurut saya level pendampingannya harus dari kiai yang akademisi. Karena itu yang bisa berkomunikasi dengan mereka. Ini soal problem komunikasi saja. Kira-kira komunikasi yang membuat mereka nyaman mereka akan terbuka. Kalau nggak maka akan sedikit terjerumus jihad versi mereka," kata Sekretaris PWNU Jatim itu.

Akhmad Muzzaki selama ini dikenal sebagai pengusung Islam Nusantara dan giat menyebarkannya.

Fenomen Hijrah artis makin semarak dengan digelarnya even Hijrah Fest.

Terbaru Hijrah Fest 2019 digelar selama tiga hari di JCC Senayan 24-26 Mei 2019.

Apa komentar Anda dengan Tudingan Fenomena Hijrah Artis Pintu Masuk ke Terorisme?

"Dikit dikit radikal.. dikit dikit teroris..
Orang (yg katanya) Islam malah takut orang lain memperbaiki keislamannya.

Bukannya bersyukur dan ikut senang orang mulai berbodong2 menuju jalan yg lebih baik, ini malah melontarkan pernyataan yg buruk.

Dasar kaum islamophobia akut ??," komen @ibnbukhari___.



Demikian artikel tentang Fenomena Hijrah Artis Malah Dituding Pintu Masuk ke Radikalisme Terorisme ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Fenomena Hijrah Artis Malah Dituding Pintu Masuk ke Radikalisme Terorisme ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Setelah Diregister, MK Persilakan Prabowo-Sandi Tambah Alat Bukti

Info informasi Setelah Diregister, MK Persilakan Prabowo-Sandi Tambah Alat Bukti atau artikel tentang Setelah Diregister, MK Persilakan Prabowo-Sandi Tambah Alat Bukti ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID]  Mahkamah Konstitusi (MK) mempersilakan Paslon Pilpres Prabowo-Sandiaga untuk menambah alat bukti dalam gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). Saat ini gugatan tersebut masih dalam proses verifikasi sebelum diregistrasi pada 11 Juni 2019.

"Nanti setelah registrasi bisa diketahui ada perbaikan atau tidak. Kalau memang ada perbaikan atau penambahan barang bukti silakan saja," ujar Juru bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono di Gedung MK, Jakarta, Selasa 28 Mei 2019.

Fajar mengatakan, alat bukti itu dapat diajukan dalam berbagai bentuk seperti dokumen, saksi, maupun rekaman video. Sementara terkait bukti tautan berita yang telah diajukan Prabowo-Sandi, Fajar enggan berkomentar lebih jauh. Namun menurutnya tiap alat bukti yang diajukan harus saling melengkapi satu sama lain.

"Ya kalau itu kan masuknya bukti surat yang harus dilengkapi dengan saksi gitu," kata dia.

Nantinya, kata Fajar, sidang pemeriksaan pendahuluan akan dimulai pada 14 Juni 2019. Kemudian digelar sidang pembuktian pada 17 sampai 21 Juni 2019. Hingga akhirnya pembacaan putusan pada 28 Juni 2019.

Prabowo-Sandi diketahui telah mengajukan sengketa Pilpres 2019 ke MK pada hari terakhir pendaftaran gugatan Jumat 24 Mei 2019.. Pendaftaran itu diwakili oleh tim hukum yang diketuai mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto.

Pengajuan sengketa ini diwakili oleh delapan orang kuasa hukum. Selain Bambang, tim itu diwakili Zulfadli, Dorel Almir, Iskandar Son Haji, Iwan Satriawan, Lutfi Yazid, Teguh Nasrullah, dan Denny Indrayana.

Dalam permohonannya, Prabowo-Sandi mendalilkan pelaksanaan pemilu yang dinilai penuh kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif. Mereka meminta agar MK mendiskualifikasi pasangan calon Joko Widodo-Ma"ruf Amin yang unggul dari hasil penghitungan KPU.

Sumber: TeropongSenayan


Demikian artikel tentang Setelah Diregister, MK Persilakan Prabowo-Sandi Tambah Alat Bukti ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Setelah Diregister, MK Persilakan Prabowo-Sandi Tambah Alat Bukti ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Harun dan Rama, Tragedi Bocah-Bocah Pencari Keadilan

Info informasi Harun dan Rama, Tragedi Bocah-Bocah Pencari Keadilan atau artikel tentang Harun dan Rama, Tragedi Bocah-Bocah Pencari Keadilan ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID]  Harun dan Rama adalah bocah-bocah dari kalangan rakyat biasa yang mengikuti jalannya Pilpres 2019. Seusia mereka dapat dikatakan tidak memahami apa itu sistem politik dan demokrasi. Yang mereka tahu adalah Pilpres tidak boleh curang. Suatu pemahaman alamiah untuk seorang anak belia, bahwa permainan apapun tidak boleh curang. "Yang fair dong", atau "Jangan main curang ya" adalah kata-kata yang sering terlontar ketika bocah-bocah bermain sepakbola. Merupakan nilai-nilai kolektif yang sudah tertanam sejak menjadi bocah.

Inilah yang menjadi pendorong bagi Harun dan Rama, yang datang ke lokasi demonstrasi menentang hasil Pilpres di lokasi yang berbeda. Mengutip media Kumparan yang mewawancarai kawan korban Harun, bahwa mereka datang untuk mencari keadilan. Mereka percaya bahwa Pilpres telah berjalan penuh kecurangan.

Peristiwa ini seharusnya menampar wajah negara bolak balik. Manakala sistem demokrasi dijalankan dengan keangkuhan, arogan dan licik, itu sama saja saja dengan menghancurkan nilai-nilai kebaikan yang sudah tertanam dalam diri anak-anak penerus bangsa. Maka ketika Pemerintah mengajak orang agar percaya pada KPU dan MK, apakah rakyat begitu saja percaya? Sedangkan bocah-bocah saja sudah bisa merasakan ketidakadilan.

Bocah bernama Harun dan Rama, adalah potret bocah-bocah yang tumbuh dalam lingkungan di mana keadaan ekonomi dan sosial telah mengajarkan mereka arti demokrasi secara praktek. Mereka tidak baca teori-teori demokrasi, tetapi setiap hari mereka menyaksikan mobil-mobil mewah yang melewati jalan-jalan di sekitar rumah mereka di Petamburan dan Duri Kepa, sementara kehidupan orang tua mereka pas-pasan. Setiap hari mereka baca dan tonton berita kasus korupsi, yang seharusnya uang korupsi itu dapat digunakan untuk meringankan beban hidup mereka. Ya, mereka lahir dan dibesarkan di lingkungan yang memiliki alam bawah sadar kolektif "mengapa hidup ini tidak adil?".

Kasus-kasus korupsi hingga ratusan miliar, telah menjadi candaan, satire, pertanda bahwa rasa muak rakyat kecil  sudah melampaui batasnya. Dalam suatu kesempatan mendengar candaan ini, seorang bocah berimajinasi kalau punya uang ratusan miliar maka dia akan sewa 10 tukang ojek pangkalan untuk bolak-balik kebut-kebutan dari pagi sampai sore. Bocah lainnya berimajinasi setiap tukang bakso yang lewat akan ditebalikkan, lalu penjualnya diganti Rp.10juta. Bocah lainnya akan tempelkan uang lembar Rp.100.000 sepanjang jalan gang rumahnya. Begitu dahsyat imajinasi bocah-bocah ini, karena mereka tahu bahwa punya uang ratusan miliar adalah mimpi. Atau barangkali pernah mencoba memimpikannya saat tidur tetapi selalu gagal.

Harun dan Rama telah pergi selama-lamanya. Meninggalkan keluarga dan teman-teman sepermainannya. Mereka menjadi korban, terbunuh di jalanan. Mereka mati bukan karena diperalat, tapi ditembak. Mereka datang bukan karena ikut-ikutan, tapi karena membenci permainan yang curang. Mereka berani bukan karena untuk gagah-gagahan, tapi karena mereka ingin perubahan agar punya harapan baru kehidupan orangtuanya juga berubah. Mereka bukan ingin menantang bedil, hanya ingin negara sedikit lebih adil. Mereka mati syahid, tak sempat lagi melihat infrastruktur harga selangit. Kematian tragis mereka adalah ironi suatu negara yang katanya siap masuk ke era industri 4.0.

Peristiwa 21-22 Mei ini yang disebut Vote by Feet. Ketika surat suara rakyat tidak lagi dihormati, maka kaki akan berbondong-bondong ke luar rumah, ingin menunjukkan jati daulatnya, melangkah menuju ke tempat-tempat di mana keadilan dapat ditegakkan. Maka ketika dalam perjalanan itu Harun dan Rama terbunuh, negara tak akan menitikkan air mata. Karena negara memang tak punya air mata, karena negara adalah sistem. Tetapi para manusia yang menjalankan sistem ini semestinya punya air mata seperti air mata para orang tua dan kawan-kawan Harun dan Rama.

Alfatihah untuk Harun dan Rama, beserta para syuhada lainnya. Semoga keluarganya diberikan kesabaran dan tawakal.

Penulis: Gde Siriana


Demikian artikel tentang Harun dan Rama, Tragedi Bocah-Bocah Pencari Keadilan ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Harun dan Rama, Tragedi Bocah-Bocah Pencari Keadilan ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Referendum Aceh Merdeka, Ini Tanggapan Jubir Prabowo

Info informasi Referendum Aceh Merdeka, Ini Tanggapan Jubir Prabowo atau artikel tentang Referendum Aceh Merdeka, Ini Tanggapan Jubir Prabowo ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
(Prabowo dan Mualem)

[PORTAL-ISLAM.ID] Ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA) yang merupakan mantan Panglima GAM Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem membuat pernyataan yang menggegerkan.

Mualem melontarkan keinginan referendum Aceh merdeka yang disampaikan di depan Plt Gubernur Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kajati Aceh, dan sejumlah petinggi lain di Aceh dalam sambutannya pada peringatan Kesembilan Tahun (3 Juni 2010-3 Juni 2019), wafatnya Wali Neugara Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Muhammad Hasan Ditiro dan buka bersama di salah satu Gedung Amel Banda Aceh, Senin (27/5/2019) malam.

�Kita melihat saat ini, negara kita di Indonesia tak jelas soal keadilan dan demokrasi. Indonesia diambang kehancuran dari sisi apa saja, kita ikut merasa sedih. Itu sebabnya, maaf Pak Pangdam, ke depan Aceh kita minta referendum saja,� begitu tegas Mualem yang disambut tepuk tangan dan yel-yel merdeka.

Mualem menilai, kondisi Indonesia tak lama lagi akan dijajah asing.

"Kita tahu bahwasanya Indonesia tidak jelas, mungkin beberapa saat lagi akan dijajah oleh orang Asing yang kita khawatirkan. Karena itu, Aceh lebih baik mengikuti Timor Timur, kenapa Aceh tidak," kata Mualem.

Titik tekan yang disampaikan Mualem adalah kondisi keadilan dan demokrasi pasca Pilpres 2019 yang dinilainya membuat kondisi kehancuran Indonesia didepan mata.

Seperti diketahui, di Pilpres 2019 rakyat Aceh mendukung total pasangan Prabowo-Sandi.

Pada Pilpres 2019 Prabowo-Sandi menang telak di Aceh, sebesar 85,4 persen. Tujuh kabupaten dan kota yang lima tahun lalu dimenangkan Jokowi kini dimenangkan Prabowo.

Pada Pilpres 2014, Jokowi-JK berhasil meraup 45,61 persen suara; kini Jokowi-Amin hanya 14,6 persen.

Dan seperti diketahui, Mualem adalah pendukung utama Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

Lalu apa tanggapan BPN terhadap kegelisahan Mualem dan rakyat Aceh sehingga melontarkan usulan referendum?

Koordinator juru bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak memahami kegelisahan rakyat Aceh akan kondisi Indonesia saat ini.

"Sbg orang yg lahir dan pernah bersekolah di Aceh, sy berharap rakyat dan tokoh Aceh bersabar, Indonesia hrs tetap utuh. NKRI artinya Aceh ada didalamnya. Keadilan hrs diperjuangkan memang, jangan pernah menyerah dan surut nyali," kata Dahnil di akun twitternya.



Demikian artikel tentang Referendum Aceh Merdeka, Ini Tanggapan Jubir Prabowo ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Referendum Aceh Merdeka, Ini Tanggapan Jubir Prabowo ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Referendum, Salah Satu 'Jokowi Effect'

Info informasi Referendum, Salah Satu 'Jokowi Effect' atau artikel tentang Referendum, Salah Satu 'Jokowi Effect' ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID]  Salah satu "Jokowi effect" adalah referendum. Apa yang diungkapkan lantang oleh Ketua Partai Aceh Muzakir Manaf yang akrab dipanggil Mualeem menjadi resonansi negeri. Gaungnya keras.

Dasarnya adalah kekhawatiran negara yang dipimpin Jokowi ini bakal menjadi negara terjajah. Tanpa menyebut negara tapi yang dirasakan banyak anak bangsa adalah kolaborasi rezim Jokowi dengan Cina.

Proyek "jalan sutra" menambah bahaya setelah sektor sektor ekonomi penting telah dikuasai pengusaha (keturunan) Cina. Aceh berteriak referendum untuk melepas sebagai negara berdaulat sebagaimana Timor Timur yang sukses.

Waktu lalu juga di Yogyakarta pernah terdengar adanya tuntutan masyarakat untuk referendum pemisahan diri. Kecewa terhadap kebijakan pemerintahan pusat.

Kini ada larangan kepemilikan tanah untuk keturunan Cina di Yogya. Sultan pun digugat oleh komunitas keturunan. Pengadilan menolak gugatan tersebut.

Kekhawatiran "penjajahan" sebenarnya terjadi di mana-mana. Pemerintahan Jokowi dinilai sangat dekat dengan Cina. Suara dari Aceh adalah kritik terkeras untuk rezim. Sudah banyak kritik yang tak didengar bahkan dibungkam lewat bahasa beragam termasuk makar.

Di media sosial ancaman referendum seperti bentuk perlawanan atas ketidakadilan. Pilpres yang "memaksakan" Jokowi menang bisa saja tak terbendung. Bukan karena hebatnya tapi diragukan fair-nya kompetisi.

Rendah tingkat kepercayaan masyarakat akan kejujujuran dan keadilan pemilu saat ini. Ada muncul isu Republik Andalas Raya untuk Sumatera. Di WA Group canda tentang referendum negara Pasundan. Ada komen mau pindah ke Aceh jika referendum berhasil.

Sejarah bangsa pernah melalui Republik Indonesia Serikat. Referendum bisa jadi trending topics beberapa waktu ke depan. Tapi bisa pula sebentar lagi menyinggung referendum pun akan dituduh makar. Rezim memang sedang sensitif.

Substansi yang mesti ditangkap adalah kekecewaan bahkan mungkin keputusasaan atas keadaan negara yang terasa semakin tak jelas arah.

Kedaulatan negara terombang ambing. Persepsi "penjajahan" menguat dengan pribumi yang semakin teralienasi.  Pemilu yang dipandang tak jujur dan adil dengan kentalnya pemihakan aparat.

Diskursus Referendum sebenarnya menjadi hal yang tak perlu asal ada kemauan Pemerintah untuk mau mengoreksi diri. Bukan semakin sensitif dan represif.

Penulis: M Rizal Fadillah


Demikian artikel tentang Referendum, Salah Satu 'Jokowi Effect' ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Referendum, Salah Satu 'Jokowi Effect' ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Semenjak Jokowi Berkuasa, Demokrasi Indonesia Alami Kemunduran

Info informasi Semenjak Jokowi Berkuasa, Demokrasi Indonesia Alami Kemunduran atau artikel tentang Semenjak Jokowi Berkuasa, Demokrasi Indonesia Alami Kemunduran ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID]  Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai, bahwa saat ini demokrasi Indonesia mengalami kemunduran, semenjak Joko Widodo berkuasa.

Dimana, semua orang tidak lagi bebas berpendapat dan memprotes kebijakan yang diambil oleh pemerintahan mantan Wali Kota Solo tersebut.

Buktinya, kata Fadli, Bareskrim Polri menetapkan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen sebagai tersangka kasus dugaan makar.

Penetapan tersangka pada Kivlan Zen atas dasar laporan dari warga bernama Jalaludin dan Eman Soleman pada 7 Mei 2019 atas dugaan menyebarkan hoaks serta makar dengan nomor LP/B/0442/V/2019/BARESKRIM.

"Makar itu kan jelas penggunaan kekerasan berusaha untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah dan itu dengan kekerasan, dengan bersenjata," kata Fadli di Jakarta, Rabu 29 Mei 2019.

Lebih jauh, Fadli menyatakan, dalam negara demokrasi kritikan atau protes terhadap pemerintahan adalah hal yang biasa.

Jadi, lanjut dia, tuduhan makar lebih tepat ditujukan kepada gerakan separatisme yang saat ini masih ada di Indonesia.

Pasalnya, tindakan yang dilakukan rezim bisa saja menimpa masyarakat karena kritik yang dilontarkan dianggap terlalu kritis.

"Jadi jelas di sini hukum betul-betul sudah jadi alat kepentingan politik kekuasaan," tegasnya.

Sumber: Teropong Senayan


Demikian artikel tentang Semenjak Jokowi Berkuasa, Demokrasi Indonesia Alami Kemunduran ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Semenjak Jokowi Berkuasa, Demokrasi Indonesia Alami Kemunduran ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

TELAK! Rocky Gerung: Prestasinya Nangkepin Tokoh, Receh Amat!

Info informasi TELAK! Rocky Gerung: Prestasinya Nangkepin Tokoh, Receh Amat! atau artikel tentang TELAK! Rocky Gerung: Prestasinya Nangkepin Tokoh, Receh Amat! ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID]  Langkah pemerintah memproses hukum sejumlah nama dengan tudingan makar dan ujaran kebencian terhadap pemerintah mendapat sorotan dari sejumlah pihak.

Terlebih, penangkapan yang dilakukan menyasar sejumlah tokoh yang terkenal bersikap oposan terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebut saja Politikus PAN Eggi Sudjana, aktivis Tionghoa Lieus Sungkharisma, Eks Danjen Kopassus Soenarko hingga Relawan IT BPN Mustofa Nahrawardaya.

Politikus PAN Eggi Sudjana resmi ditahan setelah menjalani pemeriksaan pada Selasa 14 Mei 2019. Ia tersangkut kasus dugaan makar setelah melontarkan pernyataan soal people power menanggapi hasil Pilpres 2019.

Pada Senin 20 Mei 2019, penangkapan juga dialami oleh aktivis sosial Tionghoa Lieus Sungkharisma. Lieus yang vokal mengkritisi pemerintah ditangkap di apartemennya atas kasus dugaan makar dan penyebaran berita hoax.

Sebelum ditangkap, Lieus juga telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang sama.

Penangkapan juga menimpa Eks Komandan Jenderal Kopassus Soenarko. Ia dipanggil, diperiksa dan kemudian ditahan di Rutan POM Guntur. Ia dituduh memiliki dan menguasai senjata api ilegal.

Terbaru, Relawan IT BPN Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya juga ditangkap pada Minggu 26 Mei atas dugaan penyebaran informasi hoax dan ujaran kebencian melalui akun Twitter pribadinya.

Penangkapan-penangkapan yang dilakukan pemerintah tersebut mengusik aktivis dan ahli filsafat. Ia mengecam keras tindakan represif kepada oposisi tersebut melalui cuitan di Twitter.

"Prestasinya nangkepin tokoh. Receh amat," tulisnya, Selasa 28 Mei 2019.

Cuitan Rocky disambut gempita oleh warganet. Dalam kurun waktu 6 jam, cuitan itu mendapat 13 ribu suka, dan ribuan retweet. Tak sedikit pula warganet yang merespons cuitan tersebut.

"Kolam sedang bergejolak Prof Rocky Gerung. Pada melotot. Mungkinkah kolam kekurangan makanan?" tulis @Azisramadh. "Kasih promag lagi. Tambahin dosisnya," sahut Rocky.

"Sama emak takut, sama kakek takut, sama anak kecil lebih takut lagi sampai dibunuhi. Zalimnya luar biasa," tulis @DhieanaNew.

Selain mendukung, warganet yang terindikasi sebagai pendukung pemerintah pun menyerbu cuitan Rocky tersebut. Tak ayal, banyak pendukung Rocky yang kemudian menanggapi para pendukung pemerintah tersebut.

Sumber: RMOL


Demikian artikel tentang TELAK! Rocky Gerung: Prestasinya Nangkepin Tokoh, Receh Amat! ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang TELAK! Rocky Gerung: Prestasinya Nangkepin Tokoh, Receh Amat! ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Yusuf Mansur Akhirnya Dapat Proyek Dari BUMN.. Gandeng Yusuf Mansur, Adhi Karya Mau Bangun Apartemen di Sentul

Info informasi Yusuf Mansur Akhirnya Dapat Proyek Dari BUMN.. Gandeng Yusuf Mansur, Adhi Karya Mau Bangun Apartemen di Sentul atau artikel tentang Yusuf Mansur Akhirnya Dapat Proyek Dari BUMN.. Gandeng Yusuf Mansur, Adhi Karya Mau Bangun Apartemen di Sentul ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID]  Anak usaha BUMN PT Adhi Karya Tbk, Adhi Commuter Properti, menggandeng Yusuf Mansur untuk membangun hunian mewah di Sentul, Bogor. Untuk merealisasikan proyek tersebut, perusahaan menginvestasikan dana internal sebesar Rp 1,5 triliun dengan jangka waktu 5 tahun.

�Ini kerja sama bersama Ustaz Yusuf Mansur. Biasanya kita sasar segmen menengah. Ini kita coba sasar yang berbeda,� kata Direktur Utama Adhi Commuter Properti (ACP), Amrozi Hamidi, saat ditemui di Kantor Pusat ACP, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Proyek ini menggunakan skema Kerja Sama Operasi (KSO) dengan keuntungan 50:50. Saat ini progres pengerjaan telah mencapai desain master plan.

Sementara itu, Direktur Keuangan ACP Mochamad Yusuf menambahkan, rencananya akan ada 5 tower apartemen yang dibangun di atas lahan 4,5 hektare (ha). Secara total 5 tower akan mampu menampung 2.500 unit kamar.

�Konsep nyaman, rileks, private dan hijau. Dan itu kita kolaborasikan dengan (konsep) LRT City yang terdiri 5 tower. Satu tower hotel dan 4 tower residential,� sambungnya.

Adapun beberapa fasilitas menarik yang nantinya akan menjadi unggulan konsep hunian ini yaitu kawasan sport center, masjid, dan aula umum. �Ini akan jadi Ubudnya di sentul,� katanya.

Ia pun menargetkan pembangunan awal atau groundbreaking bisa dimulai tahun depan. Sementara pengerjaan ditargetkan hingga tahun 2022.

Pada kesempatan yang sama, Yusuf Mansur berharap kerja sama ini dapat terus mengembangkan bisnis properti ACP dalam jangka waktu ke depan.

�Ya harapan saya ke depan ACP bisa terus mengembangkan bisnis propertinya,� katanya, seperti dilansir kumparan.




Demikian artikel tentang Yusuf Mansur Akhirnya Dapat Proyek Dari BUMN.. Gandeng Yusuf Mansur, Adhi Karya Mau Bangun Apartemen di Sentul ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Yusuf Mansur Akhirnya Dapat Proyek Dari BUMN.. Gandeng Yusuf Mansur, Adhi Karya Mau Bangun Apartemen di Sentul ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Ayah Harun Rasyid Korban Rusuh 22 Mei Minta Perlindungan ke Komnas HAM, Ngaku Ditekan Kapolsek Kebon Jeruk

Info informasi Ayah Harun Rasyid Korban Rusuh 22 Mei Minta Perlindungan ke Komnas HAM, Ngaku Ditekan Kapolsek Kebon Jeruk atau artikel tentang Ayah Harun Rasyid Korban Rusuh 22 Mei Minta Perlindungan ke Komnas HAM, Ngaku Ditekan Kapolsek Kebon Jeruk ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

[PORTAL-ISLAM.ID]  Didin Wahyudin mengadu ke Komnas HAM terkait kematian anaknya, Harun Rasyid, saat kerusuhan 22 Mei 2019. Didin juga meminta perlindungan Komnas HAM terkait tekanan yang diterima keluarganya.

"Satu lagi, Pak, saya minta perlindungan. Karena sudah banyak tekanannya," kata Didin saat audiensi terbuka dengan komisioner Komnas HAM di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019).

Salah satu bentuk tekanan yang dialami oleh Didin adalah permintaan agar kembali ke rumah dan tidak pergi ke Komnas HAM.

"Seperti tadi. Saya sudah di sini, disuruh pulang," jawab Didin.

Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Anak Komnas HAM Beka Ulung Hapsara pun bertanya mengenai pihak yang memberikan tekanan itu. Didin menyebut nama Kapolsek Kebon Jeruk.

"Kapolsek Kebon Jeruk apa ya," ujar Didin.

Selain itu, Didin menyebut rumahnya sering dikunjungi oleh sejumlah personel Polsek Kebon Jeruk. Namun kedatangan aparat itu tak pernah diterima karena keluarga masih trauma.

"Dari Polsek Kebon Jeruk. Dari Polsek Kebon Jeruk sudah beberapa kali datang," ujar Didin.

"Ya kalau mereka datang saya ngggak pernah temuin. Karena apa, karena saya trauma. Istri saya aja. Saya bilang, saya mau tidur. Sampe pulang pun dia masih nanya, bapak udah bangun, tetep," sambung dia.

Lebih jauh Didin menyebut anaknya dibunuh menggunakan peluru tajam. Dia juga mengaku belum menerima hasil autopsi jenazah Harun.

"Saya minta hukum ini ditegakkan, Pak. Karena negara ini negara hukum. Kalau dibilang secara politik memang dia di bawah umur. Tidak ada politik. Jadi anak saya ini memang dibunuh. Tidak ada yang namanya demonstrasi itu dengan peluru tajam, itu pasti peluru tajam. Sampai saat ini saya belum dapat hasil autopsi," kata Didin.

Setelah itu, Didin bercerita mengenai sulitnya mengambil jenazah sang anak di RS Polri. Proses administrasi untuk pengambilan jenazah Harun disebut Didin tidak gampang.

"Jadi cerita dari yang mengambil mayat itu, orang tua saya. Karena saya waktu itu sudah nggak bisa jalan. Jadi orang tua saya yang mengambil. Memang agak sulit, Pak, agak sulit untuk mengambil jenazah anak saya itu. Jadi malamnya saya harus ke Kramat Jati. Dari Kramat Jati katanya harus ada surat dari Polres Jakarta Barat. Dari Polres Jakarta Barat katanya nanti harus pagi karena sudah malam, harus pagi jam 8. Setelah besoknya jam 8 hari Jumat itu, menunggu sampai 1 jam, baru jam 9 baru datang Kapolresnya. Ada tanda tangan, baru diantar oleh pihak polisi. Tapi dari sana harus dianjurkan untuk autopsi. Karena orang tua saya sudah bingung, karena sudah dua hari dua malam cucunya di sana sudah dua hari dua malam, apa pun yang terjadi harus dibawa saja jenazah karena harus segera dimakamkan. Jadi apa pun yang ada di situ ditandatangani," ujar Didin.

Terkait pengakuan-pengakuan Didin, Ulung meminta tim advokasi membuat kronologi lengkap. Selain itu, Didin diminta membuat surat pernyataan terkait tekanan yang dialaminya.

"Saya minta tolong, misalnya yang untuk kasus yang Harun ini, sampean bikin kronologinya. Per kasus ini. Wawancaranya apa saja. Termasuk siapa saja yang mendatangi. Kronologinya kaya apa. Bentuk-bentuk tekanannya seperti apa. Minta tanda tangan beliaunya. Pernyataan begitu. Jadi ditambahkan itu. Nanti dilampirin KTP-nya," ujar Ulung.

Kapolsek Kebon Jeruk Bantah Tekan Ayah Harun Rasyid

Kapolsek Kebon Jeruk AKP Erick Sitepu membantah telah menekan ayah Harun Rasyid, Didin Wahyudin. Justru, menurut Erick, polisi turut berbelasungkawa atas meninggalnya Harun.

"Nggak ada (tekanan), kan kita mulai dari awal penguburan sampai pengajian, kita hadir terus. Kalau yang seperti itu nggak ada. Kita malah dari mulai penguburan korban," kata Erick saat dimintai konfirmasi.

Erick mengatakan pihaknya ikut membantu proses pemakaman Harun Rasyid hingga hadir dalam kegiatan pengajian di rumah korban. Itu semua dilakukan atas dasar persaudaraan sesama umat Islam juga sesama warga Kebon Jeruk.

"Karena memang kita sebagai sesama umat Islam, lebih lagi warga Kebon Jeruk, tanpa diundang pun kita datang, untuk pengajian, takziah," imbuhnya.[detik]



Demikian artikel tentang Ayah Harun Rasyid Korban Rusuh 22 Mei Minta Perlindungan ke Komnas HAM, Ngaku Ditekan Kapolsek Kebon Jeruk ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Ayah Harun Rasyid Korban Rusuh 22 Mei Minta Perlindungan ke Komnas HAM, Ngaku Ditekan Kapolsek Kebon Jeruk ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.